Friday, March 23, 2007

Life, better..

Percaya ga klo hidup itu suatu kompetisi?? At least berkompetisi sm musuh terbesar dlm diri, hawa nafsu. Atau berkompetisi dgn kelopak mata agar dy tidak menutup saat seharusnya terbuka. Tapi inilah hidup. Kita cm sebentar disini. Ini neraka. Penuh onak duri, klo pun ada yg indah, itu cuma fatamorgana, karena ini bukan surga. Di sini, perkelahian selalu berlaku. Maka qt hrs bertahan bertahan secara kreatif dan punya pegangan, yaitu iman.. Jangan merunduk. Kalaupun merunduk, janganlah terlalu terbenam. Kalaupun terbenam, janganlah terlalu lama...

Salam hidup (untuk hidup yg lebih baik dan lebih bermakna)!!

-dee-

Setiap perubahan dalam sikap manusia harus datang dari pengertian dan penerimaan dalam batinnya. Manusia merupakan ciptaan satu-satunya yang dapat membentuk dan menempa kembali dirinya dengan mengubah sikap-sikapnya. (John Maxwel)

TiMe is Running Out

Berkompetisi dengan waktu, itu yg lagi aq rasakan sekarang. Entah knp aq merasa butuh manager saat ini (hwakakak, ini ngasal..). Mgkn bagi org lain, ini mah blm sibuk kalee. Tapi bg aq, yg mudah lelah dan mengantuk ini krn kurang darah, hehe rasanya capeek bgt menjalani hari2 di semester 4 ini. Banyak bgt sebenarnya yg ingin aq ikuti. Jadi panitia HACCP, LCTIP, BAUR,Bina Desa dan FOOD EXPO. Truz pgn juga ngajar di Birena dan ikut ngajar juga di BEM F. Tapi krn aq hny pny waktu 24 jam sehari dan 7 hari per minggu, kyana sulit untuk membagi waktu dgn kegiatan2 yg ingin aq ikuti. Huuhh. Jadi inget sm Novel yg pernah aq baca “Momo dan si Pencuri Waktu” yg mengisahkan tentang sebuah negeri yg tiba2 menjadi kelam dan hampa krn waktu yg dimiliki setiap warga dicuri oleh sang pencuri waktu. Para warga disana tidak lg sempat bersosialisasi krn mereka tdk pny cukup waktu untuk itu. Mereka seolah2 dikejar2 waktu yg semakin hari semakin sempit dan mengacaukan kehidupan mereka. Aduh, klo pencuri waktu bnr2 ada, serem bgt kali ya, mending uang kita yang dicuri drpd waktu qt. Tapi seru juga klo bisa nyuri waktu org. Tapi org yg punya byk waktu luang. Ky temenqu dikosan, hehe. Krn cm ngambil 18 sks, dy jd pny byk waktu luang dan suka bingung mw ngapain. Andai ya bisa begitu..

Tapi hidup juga terasa hampa klo gda deadline, hehe, ya kan ya dunk?!

When u couldn't get it!

"Dari semua yang telah ditulis, aku hanya mencintai apa yang ditulis seseorang dengan darahnya. MENULISLAH DENGAN DARAH dan aku akan dapati bahwa DARAH ITU ROH" (Aforisma ZARATHUSTRA)


Suka bgt sm kata2 diatas. Bagiku kalimat diatas seolah ingin menekankan bahwa tulisan dari hati (bukan krn dikejar2 deadline, hehe) akan lebih “ngena”, baik bagi yg nulis, ataupun yg baca. Sebenarnya ga hanya saat menulis sih, tapi juga saat melakukan hal apapun. Termasuk yang satu ini..

Waktu kuliah SOIP tadi yg lagi2 buat aq ngantuukk bgt (duh Pak Barna, jgn ngajar bwt diri sendiri dunk!), aq duduk di sebelah Veni. Asyik bgt ngobrol sm dia, coz qt pny byk jlan pikiran yg sama. Ywda, drpd ngantuk, dimulai deh percakapan pagi itu. Tiba-tiba Ve nanya, “Dew, apa sih yg bwt km pgn msk ITP?”. Pertanyaan ini seharusnya disampaikan waktu sebelum msk ITP ya, hehe.. “Knp ya Ven, aq jg bngung, tp dibanding jurusan lain, aq lbh suka jurusan ini, istilahnya Love at 1st sight deh waktu baru ngeliat nama departemen ini di buku panduan”. “Waktu itu, kyana pelajarannya menarik, dan bisa diaplikasikan secara langsung, ga ky ilmu2 dasar lainnya, bla..bla..(walopun ternyata kenyataannya lbh susah dr yg dibayangkan, he2)”

Truz, waktu qu Tanya dgn pertanyaan yg sama, dgn gamang (halah) dy menjawab. “Sebenarnya aq ga niat masuk IPB, aq kurang suka sm pelajaran IPA gitu (wah padahal dy pinter lho, gmn klo suka y sm pelajarannya, menyeramkan,hehehe). Waktu itu aq pgn masuk Sinematography di IKJ (Institut Kesenian Jakarta), tapi sayangnya ga boleh. Ortu qu pgn aq masuk jurusan yg ada IPA nya. Waktu aq mo msk lanskap aja ga boleh sm mereka, mereka blg ´ngapain?mo jd tukang kebun?`bla..bla...”. Sebenarnya ada hubungannya lho cerita diats dgn kata2 td. Klo qt mengerjakan sesuatu yg menurut qt menyenangkan, bukankah hasilnya akan bisa lbh optimal??! Seperti kasus Ve tadi, keliatan bgt klo dia tuh suka sm Film. Film apa aja dan pemainnya siapa dia pasti tau.Wah aq bayangin, klo dy jd masuk Sinematography, pasti dy bakal jadi sutradara yg hebat. Knp ya obsesi ortu hrs qt yg menanggung??apa karena mrk yg membesarkan qt? Apa krn mereka yg membiayai qt?? Tapi bukan berarti mereka bisa seenaknya saja kan mengatur kita. Kadang baik bagi mereka, ga baik bwt qt, dan sebaliknya. Walaupun dikatakan ortu lbh tau mana yg terbaik bwt qt, tapi mereka kadang ga tau yg terbaik yg kita inginkan. Kasus yg sama terjadi sm sahabatqu wkt SMA dulu. Bika tuh suka bgt sm pelajaran sejarah, hafalan sejarahnya keren deh. Dan dy bcita2 pgn masuk Ilmu Sejarah UI . Tapii krn keinginan ortu jg, dy ga blh masuk jurusan tsb, ortunya mau dy masuk ekonomi biar lbh mudah dpt kerja (tuuh kan, terbukti kadang kesuksesan sesorang suka diukur pake uang, walaupun mereka suka ngeles dgn mengatakan “ini kan buat masa depan km juga, nak” –kok jd sinetron bgt ya, hihihi). So, akhirnya dy masuk Tata Niaga UPI, dan dy suka cerita klo dy ga nyaman berada disana. Hmm..kasian. Alhamdulillah bgt, ortu qu cukup demokratis. Mereka memberikan pilihan pd kami, asal kami bs bertanggung jwb dlm menjalaninya dan yg pasti jgn yg aneh dan nyeleneh juga. Intinya…

Do anything with pleasure, enjoy ur life!!

It's jez a little too late..

Rasanya kemarin ingin teriak, secara aq sampe mengeluarkan air mata krn kesel bgt. Pertama, kompie nya LoLa bgt, udh gt bahan yg dicari ga dpt2 lg. Jadi begini, pulang kuliah kemarin aq ke Melati buat nyari jurnal tentang Kinetika Enzim. Tapi masya Allah, udh pake berbagai macam key word, tetep aja gda jurnal yg cocok. Udh gitu, giliran ada yg cocok ternyata ga free, ngeselin bgt deh pokoknya. Udh gitu, sempet mati lagi komputernya. Gilee..dua jam aq habiskan hanya untuk itu, tanpa hasil pula. Pulang kekosan niatnya mw ngerjain tugas, tapi malah jd bad mood. Ga iye bgt deh pokoknya..

Thursday, March 1, 2007

The same moon and the story

Looking at the moon from the window,
hmm..the same moon i saw when i really came to think that life was sooo
beautiful. It means a lot to me, when i get stuck like right now..iam sure that will be a wonderful life comes to my life just like when that beautiful moon came, someday..

iam tired of being at this moment

-dee

Take a moment to read and think about this........ .

Here goes the story:

Once upon a time, there was a very strong woodcutter.He asked for a
job from a timber merchant, and he got it. The pay was really good and so
were the work conditions.For that reason the woodcutter was
determined to do his best.

His boss gave him an axe and showed him the area where he was
supposed to work. The first day, the woodcutter brought down 18 trees. The
Boss was very much impressed and said, "Congratulations keep it up!"

Very motivated by the words of the boss, the woodcutter tried harder
thenext day, but he only could bring down 15 trees. The third day he
tried even harder, but he only could bring down 10 trees. Day after
day he was bringing down less and less trees. "I must be losing my
strength", the woodcutter thought to himself.

He went to the boss and apologized, saying that he could not
understand what was going on.

"When was the last time you sharpened your Axe?" the boss asked.

"Sharpen? I had no time to sharpen my Axe. I have been very busy
trying to cut trees.

The moral of the story:

Our lives are like that. We sometimes get so busy that we don't take
time to sharpen the axe. In today's world, it seems that everyone is
busier than ever, but less happy than ever. Why is that?

Could it be that we have forgotten how to stay sharp?

There is nothing wrong with activity and hard work. But we should not
get so busy that we neglect the truly important things in life, like
our personal life, taking time to care for others, taking time to read,
etc.

We all need time to relax, to think and meditate, to learn and grow.
If we don't take time to sharpen our lives , we will become dull and
lose our effectiveness.

So start from today, think about the ways by which you could do your
job more effectively and add a lot of value to it.

Hope this story has given you some insight to life.

May you be happy always.

"To handle yourself, use your head. To handle others, use your
heart."

Friday, February 23, 2007

!@#$%^&*() 2

Everything easy now, i have u here

Gilee..saat saat jenuh begini, rasanya bahagiaaaa bgt bisa menghabiskan waktu bersama teman2 terdekat. Ceritaa apa aja ke mereka, tanpa takut disela, dihakimi or apalah. Coz wat? aq cuma butuh didengarkan. Ketemuan sama temen2 sekamar waktu di asrama dulu di sapta, bikin suasana hati lebih fun. Tapi tetep blm bisa mengatasi masalah yg satu ini, bahkan aq sendiri blm tau itu apa, sesuatu yg sulit diterjemahkan. Ingin rasanya naik kereta dari Bogor ke Jakarta Kota, SENDIRIAN!! ato sekedar naik busway keliling Jakarta. At least bs bwt aq ngelupain sedikit masalah ini. Pfiuuhhh..kacauu, hormon kewanitaan yg lg ga stabil nih T_T

Banyak hal2 yg bikin aq jenuuhhh bgt akhir2 ini, lebih ke masalah personal. Even, untuk yg satu ini aq ga bisa jujur sm siapapun, terlalu pribadi untuk diceritakan.

WHUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Wednesday, February 21, 2007

It's DiLLeMa..

Terkadang aq berpikir..kenapa ya blogqu jd statis begini. Ga berbobot pula. Tapi memang bukan bakatqu kali ya membuat tulisan yg berbobot. Mungkin klo disuruh memilih, aq lbh suka jd penulis rubrik psikologi di majalah remaja dibandingkan jg penulis editorial di koran2 tanah air. Aq pikir, blog itu bukan jurnal, blog jd semacam diary kasarnya tmpt curhat pelarian ketika qt tak lagi merasa curhat dgn manusia cukup aman. Dan aq pribadi merasa lbh suka membaca tulisan 'dari hati', seolah qt dapat belajar dari pengalaman org tsb dan turut empati terhadapnya. Cukup bisa dimaafkan juga sih bila seseorang menulis sesuatu yg ilmiah namun dalam bahasa yg dapat dimengerti. Karena rasa2nya tulisan tersebut akan lebih sampai kpd pembacanya.
Intinya, yg masih menyisakan pertanyaan, duh bisa nggak ya aq bekerja dgn baik di DPPI, apalgi aq di divisi opini, pdhl aq sendiri kurang bisa membuat opini yg berat2 gitu. Aq ga terlalu paham dlm konsep, tp langsung ke teknis. Buktinya, waktu Musyang kemarin, ketika peng-edit-an AD/ART aq diam seribu basa, malah milih kabur ke perpus sm Marina. Bingung, apa yg salah dgn tata bahasanya?? thx God aq ga masuk sastra Indonesia, bs2 selera makan hilang karena memikirkan sinonim kata yg berbeda makna yg sering diributkan bahkan oleh anggota DPR qt. Jadi positive thinking nih, wajar kali ya anggota Dewan mendapat gaji tinggi, sebagai kompensasi dari kepelikan kata2 yg terus dipermasalahkan sehingga mengacaukan sistem syaraf otak mereka, hehe ga segitunya ya?! Jadi bukti juga klo negara ini ga maju2. Org besar negeri ini cuma mikirin konsep, mikirin UUD, peraturan, dll yg terus aja diamandemen lah, direvisi lah, tanpa ada pelaksanaan yg jelas. Mana teknisnya?!
Lho..kok jd melebar kemana-mana ya. Biarin, this is my spot, my zone, terserah kan aq mau nulis apa, bahkan tanpa kaidah Bahasa Indonesia yg baik dan benar, yg ptg ga mengandung SARA, ya kan ya donk?!

Balik lagi ke DPPI, so what should i do then??aq ga mau keberadaan qu di DPPI sia-sia, hny karena aq ga bs beropini dgn baik. Uhm..knp ya aq bs kepilih??? sharusnya pertanyaan ini dilempar balik ke arah qu. Knp km mau masuk DPPI? Alasannya sih waktu itu, krn ingin turut serta memajukan pangan Indonesia (too classic ya?!). Intinya, aq tertarik dgn penyuluhan ke sekolah2, feeding program bwt ank2 SD, dll. Jadi waktu kak Kani me-release tulisan ttg "Beras: sebuah satir tentang diversifikasi pangan" (duh beraattt..), aq sng bgt, apalagi atas nama DPPI. Wah kak Kani jd penulis tetap bwt DPPI aja ya, hehehe.
Rasanya aq terkena syndrome kepasrahan atas ketidakmampuan akut nih, help me!

-dee-